Bagipengguna jalan yang akan melewati ruas tol tersebut, siap-siap menemui penumpukkan kendaraan. Selama pekerjaan, tentu lajur yang diperbaiki jadi tidak bisa dilewati. Berikut ini lokasi dan jadwal pekerjaan jalan yang akan dimulai pada Senin (1/8/2022) pukul 22.00 WIB:. A. Pekerjaan Scrapping Filling Overlay (SFO) Ruas Tol Dalam Kota dan Prof. Dr. Ir. Soedijatmo

Bila kamu memiliki waktu liburan seminggu, apakah akan cukup untuk mengeksplorasi Jepang? Jawabannya tentu saja cukup, dengan catatan kamu mengikuti itinerary Jepang 7 hari yang kami sudah perlu diingat, bahwa perjalan ke Jepang bukanlah sebuah perjalanan layaknya kisah Around the World in 80 Days. Tidak perlu mengunjungi terlalu banyak tempat, tetapi kamu tidak bisa menikmatinya. Jadi, kunci utama sebuah liburan adalah bagaimana kamu bisa memaksimalkan kunjungan ke setiap catat ide itinerary Jepang 7 hari ini untuk trip Jepang kamu selanjutnya!Day 1 Tiba di Tokyo dan Bersantai Menikmati SuasanaSumber Jezael Melgoza / unsplashBagi kamu yang berangkat dari Indonesia, pintu masuk ke Jepang dengan penerbangan langsung adalah melalui kota Tokyo. Tergantung apa jenis maskapai yang kamu gunakan, kamu akan mendarat di bandara Narita atau Haneda di kamu yang baru traveling ke Jepang pertama kali, menggunakan kereta cepat sebagai sarana transportasi menjadi rekomendasi, sehingga kamu bisa menjangkau berbagai lokasi dengan mudah dan cepat. Beberapa lokasi yang wajib kamu kunjungi di hari pertama adalahBagian pertama dari itinerary ke Jepang 7 hari adalah berkunjung ke distrik Shinjuku. Beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi antara lainfasilitas gratis di lantai 45 gedung pemerintahan kota Tokyo untuk melihat pemandangan kota Tokyomenikmati suasana di pusat hiburan Kabukichou. Di area ini, kamu bisa menikmati berbagai jenis makanan dan minuman, termasuk sake yang menjadi minuman khas lainnya yang bisa kamu kunjungi adalah Odaiba, salah satu shopping center terbaru. Selain pusat perbelanjaan, Odaiba juga menjadi pusat hiburan yang banyak dikunjungi para wisatawan di restoran yang bisa kamu nikmati di Tokyo adalahDay 2 Menikmati Keindahan Taman, Melihat Sejarah Jepang, dan Terpesona dengan HarajukuSumber Elton Sa / unsplashDi hari kedua kamu jalan-jalan di Jepang, masih ada beberapa tempat yang bisa kamu kamu kunjungi di Tokyo. Beberapa di antaranya adalahHama Rikyu adalah sebuah taman kecil yang memiliki berbagai jenis pohon. Yang akan membuat kamu takjub adalah usia pepohonan yang ada di sini yang mencapai 300 tahun! Kamu bisa berjalan-jalan santai menikmati suasana sejuk di taman mengetahui sejarah Jepang dan melihat secara langsung benda-benda bersejarah peninggalan periode Edo 1603-1868? Kamu bisa langsung menuju ke Edo-Tokyo Museum untuk melihat secara langsung. Bagi yang pergi ke Jepang membawa keluarga, tempat ini cocok buat kamu bisa pergi ke kawasan Harajuku, yang melingkupi area di sekitar Stasiun Harajuku di Tokyo. Beberapa lokasi yang bisa kamu kunjungi termasukTakeshita Dori, tempat lahirnya trend busana 3 Menikmati Hari di Prefektur KanagawaSumber Pratik Bisht / unsplashDengan menggunakan Japan Rail Pass, kamu bisa pergi ke Kamakura dari Tokyo dengan membayar tiket sebesar JPY di prefektur Kanagawa, selanjutnya kamu bisa pergi ke wilayah Hakone dari Kamakura dengan biaya JPY menggunakan kereta api. Ada berbagai objek wisata yang bisa kamu kunjungi di sini, sepertiPatung Buddha raksasa di kuil KotokuinSebagai bagian dari taman nasional Fuji-Hakone-Izu, Hakone merupakan daerah pegunungan dan menjadi bagian dari Prefektur Kanagawa. Kamu bisa mengunjungi dua pesona alam yang indah yaitu gunung Fuji yang terkenal dan juga danau Ashi sebagai bagian dari tour Jepang 7 4 Mejelajahi Kyoto bagian BaratSumber Shino / selanjutnya yang bisa kamu kunjungi adalah prefektur Kyoto. Dari Hakone menuju Kyoto, kamu bisa menggunakan kereta api dengan biaya JPY Nah, kamu bisa menikmati pengalaman backpacker ke Jepang di Kyoto yang akan menghabiskan waktu 2 hari. Beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi yaituKinkakuji merupakan sebuah kuil Zen, yang merupakan bagian dari Buddha Mahayana di Jepang. Kuil ini juga terkenal sebagai Golden Pavilion, dan merupakan landmark dari Kyoto, kamu juga bisa mengunjungi sebuah hutan bambu yang sangat ikonik, yaitu Arashiyama. Jangan lupa untuk mengambil foto ketika kamu berada di hutan bambu yang indah ini, ini merupakan sebuah kuil Shinto yang terkenal memiliki banyak torii gates. Berkunjunglah ke tempat ini sore hari agar kamu bisa melihat sunset yang indah di atas Kyoto. Berjalan santai naik ke atas menjadi pilihan terbaik banyak orang untuk menikmati 5 Selanjutnya, Explore Kyoto Bagian TimurSumber Romeo A / unsplashSetelah puas berkunjung ke bagian Barat Kyoto, kamu juga wajib untuk explore Kyoto bagian Timur. Ada beberapa lokasi wisata yang pasti akan membuat kamu yang juga memiliki aura magical dan membuat kamu terpesona sebagai bagian dari paket Jepang 7 terkenal dengan kecanggihan teknologinya, Jepang juga ternyata tetap menjaga kelestarian arsitektur bangunan klasiknya yang bisa kamu temui di Ninenzaka. Di lokasi ini, kamu juga bisa menikmati tradisi minum teh dan pemandangan bunga sakura yang sedang mekar bila berkunjung di bulan Maret hingga lelah berjalan, saatnya bagi kamu untuk mencari tempat makan yang menyajikan makanan segar yang langsung diolah di Nishiki market. Pasar ini terkenal dengan dagangan segala sesuatu yang terkait dengan 6 Berjalan-jalan Menyusuri OsakaSumber Jason Rost / unsplashWilayah selanjutnya yang juga menjadi itinerary Jepang yang wajib kamu kunjungi adalah prefektur Osaka, dengan kota Osaka sebagai tujuan utama. Kamu hanya perlu membayar JPY untuk mencapai Osaka dari Kyoto. Beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi adalahTempat pertama yang bisa kamu kunjungi di Osaka adalah Shinsekai, yang mulai berdiri sejak tahun 1910. Lokasi ini sekarang terkenal dengan berbagai restoran murah dan pakaian dengan harga yang lengkap menikmati liburan di Jepang bila kamu tidak berkunjung ke salah satu kastil yang menjadi landmark-nya Jepang, Osaka Castle! Bila perut lapar setelah berkeliling, kamu bisa mengunjungi Endo Sushi Kyobashi di area Osaka distrik bisnis terbesar di Osaka, Namba menawarkan berbagai pilihan untuk menikmati liburan, seperti Shinsaibashi dan Dotonbori yang menjadi tempat wajib bagi para 7 Kembali ke Tokyo dan Belanja Oleh-OlehSumber Ryotando / unsplashPada hari ketujuh, kamu yang melakukan solo traveling ke Jepang bisa kembali ke Tokyo untuk persiapan kembali ke Indonesia. Di sini kamu bisa mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tanah berbelanja oleh-oleh dengan jumlah yang cukup banyak? Kamu tentu membutuhkan tempat yang menjual oleh-oleh dengan harga murah! Untuk memuaskan hasrat berbelanja kamu, pergi saja ke pusat pasar tradisional, terdapat toko-toko yang menjual barang-barangnya dengan harga murah. Tidak heran bila tempat ini selalu penuh dengan para kamu yang ingin mencari barang kerajinan untuk menjadi suvenir, tempat yang satu ini bisa menjadi pilihan. Terkenal sebagai rumah bagi para perajin, kamu bisa menemukan berbagai pilihan suvenir di tempat berbelanja oleh-oleh, lengkap sudah itinerary Jepang 7 hari. Tidak perlu khawatir untuk tempat menginap di berbagai kota di Jepang, karena kamu bisa booking hotel dengan mudah di Traveloka. Liburan ke Jepang juga semakin mudah dengan berbagai aktivitas di Jepang yang bisa kamu booking lewat Traveloka Xperience!
Tothe Promised Land. Jalan-jalan ke Jepang ini adalah perjalanan perdana gw ke luar negeri. Jalan-jalan ini tanpa agen travel, itinerary ke jepang selama 9 hari ini disusun sendiri oleh teman yang sering bolak-balik ke Jepang. Di perjalanan ke jepang ini gw menuju berbagai kota: Tokyo, Osaka, Kyoto, dan terakhir Fuji. Sebelum mewabah di Indonesia, COVID-19 sudah lebih dulu mendarat di Jepang. Kala itu, kasus positif COVID-19 di Jepang belum sebanyak sekarang dan orang-orang masih beraktivitas seperti biasa. Sama halnya dengan masyarakat Indonesia yang masih santuy karena belum adanya kasus COVID-19. Meskipun begitu, agenda wisata ke negara yang terpapar COVID-19 tetap menimbulkan dilema, lho. Kami pun mewawancarai salah satu traveler yang wisata ke Jepang pada bulan Februari 2020 lalu. Ita-san, seorang pecinta travelling ini bakal berbagi pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19. Kira-kira, seperti apakah respon masyarakat dan pemerintah Jepang saat COVID-19 mulai merebak di negaranya? Berikut ini hasil bincang-bincang kami dengan Ita-san. Hi, boleh kenalan dulu dengan pembaca Hi, aku Tri Puspitasari, akrab dipanggil Ita/Itok/Ipus dan punya hobi jalan jalan dan menulis. Boleh dijelaskan kapan ke Jepang, tujuan ke mana saja, dan berapa lama di sana? Perjalanan 20-24 Februari 2020. Sampai Jakarta 25 Februari 2020 karena perjalanan pulang merupakan penerbangan tengah malam. Selama di Jepang menginap di daerah Asakusa. Objek wisata yang dikunjungi sekitaran Tokyo seperti Shibuya, Hachiko, Ginza. Juga menempuh perjalanan menggunakan JR Tokyo Wide Pass ke Kawazu dan Gala Yuzawa. Apa saja sih persiapan yang kamu lakukan saat akan liburan ke negara yang terpapar COVID-19? Update informasi seputar kondisi di negara tujuan dari Erni teman yang tinggal di Jepang. Jaga kesehatan sejak masih di Indonesia. Beberapa hari sebelum berangkat, kami memaksimalkan peningkatan daya imun. Kami juga membawa hand sanitizer, masker, cairan alkohol, dan tablet multivitamin. Dengar-dengar ke Jepang dengan teman-teman? Saat mendengar tentang COVID-19, bagaimana respon kamu dan teman-teman? Terus terang, aku sendiri panik dan sempat ada pikiran pengin membatalkan. Namun, merasa agak sayang saja karena dapat tiket promo ke Jepang yang murahnya kebangetan mendapatkan promo tiket setahun sebelumnya-Red. Selain itu dalam trip ini, akulah yang membuat itinerary jadi sangat berat rasanya kalau harus di-cancel. Belum tentu di lain kesempatan bisa dapat tiket semurah itu. Aku terus berkomunikasi dengan Erni. Dari Erni aku mendapat update bagaimana kondisi Jepang saat ini. Jumlah positif COVID-19 di sana bertambah tapi jumlahnya masih sedikit dan belum red zone. Darinya aku disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan. Ternyata diam-diam, teman-teman aku pun mencari informasi seputar kondisi Jepang saat itu. Bedanya, mereka tetap mantap untuk maju. Jadilah aku termotivasi dan semangat lagi untuk ke Jepang. Akhirnya usaha preventif kami lakukan dengan maksimal. Menjaga kebersihan jelas. Kami membawa hand sanitizer kemana-mana. Selain itu kami juga membawa semprotan alkohol yang kami gunakan untuk menyemprot apa pun yang bersinggungan dengan kami. Pakai masker. Saat pulang ke penginapan, semua barang yang kami bawa dari luar, termasuk winter coat, kamu semprot alkohol, berikut dengan seisi kamar. Kami juga meminimalisasi makan di luar dan memilih masak sendiri. Bagaimana kondisi Jepang saat kamu ke sana saat ada wabah COVID-19? Mohon dijelaskan kesan kamu dengan cara orang Jepang dalam menyikapi COVID-19? Sudah mulai ada beberapa yang positif COVID-19. Cuman belum banyak. Mereka juga sudah dikarantina, jadi agak lega. Kondisinya juga habis ada yang berita kapal yang penumpangnya ada yang positif COVID-19 Diamond Princess-Red, terus satu kapal dikarantina. Dapat informasi dari Erni kalo nanti di pesawat ada satu saja penumpang yang panas dan menunjukkan tanda-tanda COVID-19, langsung seisi pesawat karantina 14 hari dan nggak boleh masuk Jepang. Kami masih berani maju, positive thinking itu sangat diperlukan. Cuma ya agak konyol juga waktu persiapan membawa pakaian yang seenggaknya bisa untuk 14 hari, jaga-jaga kalau dikarantina, he-he. Kalau aku lihat, kesadaran dari warga Jepang sendiri sudah tinggi. Jadi mereka semua pakai masker, baik wisatawan maupun yang jualan di objek wisata. Dalam hal kebersihan juga. Jadi, pemerintah dalam menerapkan kebijakan pencegahan COVID-19 menjadi lebih mudah. Pemerintah Jepang juga lebih ketat. Meski sedang ada wabah COVID-19, adakah pengalaman berkesan selama liburan ke sana? Liburannya sangat berkesan. Senang banget bisa lihat sakura mekar dan salju sekaligus di satu waktu. Benar-benar momen langka. Seneng banget akhirnya bisa naik shinkansen. Pokoknya memberikan pengalaman banget lah, posisi ini juga trip pertama yang mana aku dapat job desk bikin itinerary. Apalagi waktu itu juga buka jastip dan merupakan pengalaman pertama dalam hal buka jastip. Merasa tertantang juga karena gimana caranya bisa survive di tengah kondisi yang agak mencekam waktu itu. Pokoknya trip ini benar-benar membuat aku keluar dari zona nyaman. Dan yang aku yakini, orang yang berani keluar dari zona nyaman berarti sudah berhasil naik ke anak tangga selanjutnya. Adakah tips yang ingin kamu share dengan pembaca Tips dari aku, kalau mau liburan ke Jepang, karena kondisi sekarang sudah seperti ini ya ditunda dulu saja nanti kalau dunia sudah benar-benar aman dari COVID-19. Nanti pun ketika sudah bisa jalan-jalan lagi, lanjutkan untuk memiliki gaya hidup bersih dan sehat, jangan hanya saat ada COVID-19 saja. Yang paling penting juga adalah jangan panik dan tetap positive thinking. Percayalah dengan positive thinking itu membantumu dalam banyak hal. Bahkan orang yang secara fisik sehat saja bisa sakit karena panik dan negative thinking. Satu lagi, buat kamu yang ingin ke Jepang, ada baiknya memilih akhir bulan Februari. Di momen itu kamu bisa melihat sakura mekar berjenis kawazu sakura dan salju sekaligus. Dan buat menghemat bujet, ada baiknya menggunakan JR. Ini akan menolongmu banget kalau kamu menuju destinasi wisata Jepang yang jauh-jauh seperti Kawazu dan Gala Yuzawa seperti aku kemarin. Dari wawancara pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19 ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa langkah preventif sangat diperlukan. Ita-san dan teman-temannya pulang ke tanah air dengan selamat dan kondisi tubuh yang sehat karena melakukan langkah-langkah pencegahan. Kita pun juga bisa harus belajar untuk tidak panik, tetapi selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Nah, untuk saat ini kita DiRumahAja dulu ya. Kamu bisa mengisi aktivitas DiRumahAja dengan bikin masker Daiso DIY, lho. Nanti, jika pandemi COVID-19 sudah berakhir, kita bisa wisata ke Jepang lagi!!!! Senang dengan artikel ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini!
\n pengalaman jalan jalan ke jepang

Pilihanpaket Tour Group Jepang terlengkap. Menyediakan paket Tour Group di jepang terbaik sesuai dengan tujuan wisata dan budget yang diinginkan. Ada promo menarik pada masing-masing paket tour ke Jepang.

Jepang. Negara yang satu ini sering banget saya denger yang bagus-bagus nya. Orangnya yang taat aturan, sopan, transportasi nya yang nyaman banget, intinya kalau traveling kesana itu juga aman banget deh. Tapi begitu saya kesana ternyata saya melihat dari sisi yang berbeda. Entah, saya mendapat pengalaman yang tidak mengenakan selama di Jepang. 1. Transportasi Ketika lagi menunggu kereta Transportasi nya super ribet, saya sendiri aja sering nyasar dan salah naik kereta. Nanya petugas nya malah dioper-oper, katanya harusnya naik kereta itu. Begitu mau naik kereta itu, nanya ke petugas yang lain lagi, katanya harusnya naik kereta yang satunya lagi. Saya dan teman-teman kebanyakan jadi abis waktunya untuk mencari jalan. Liat Google Maps pun bingung. Waktu itu kami malah sempat terpisah turun kereta nya di hari ketiga kami di Kyoto. Harusnya turun di stasiun mana, tapi karena Google Maps nya hp teman saya menyarankan di stasiun sebelumnya, jadi dia malah turun duluan. 2. Makanan Ichiran Ramen Banyak orang yang bilang makanan di Jepang itu enak-enak semua. Saya pun sebelum ke Jepang sudah list makanan yang mau dicoba ketika di Jepang. Banyak banget list nya. Tapi saat traveling itu, teman-teman saya hanya ingin mencari makan yang lokasinya dekat dengan kami saja waktu itu. Kalau ikutin list, kebanyakan lokasinya agak jauh, atau restorannya belum buka. Jadi akhirnya list itu tidak terlalu banyak dipakai. Karena makan asal nemu aja selama disana, jadi yang saya cicipi itu ya kebanyakan biasa saja. Tidak seenak yang dibilang sama kebanyakan orang. Walaupun begitu, saya tetap ada cobain makanan populer nya disana, seperti Ichiran Ramen, Menbaka Fire Ramen, Melon Pan. Cremia Yang paling saya suka malah bukan makanannya, tapi es krim nya. Ya, es krim di Jepang saya akuin itu enak-enak banget. Japanese Soft Matcha yang beli dipinggir jalan, es krim yang ada di vending machine, dan yang paling saya rekomendasikan adalah Cremia. Itu wajib banget dicoba! Es krim paling enak yang pernah saya coba malah. 3. Penginapan Airbnb Kyoto Pas lagi cari penginapan, saya tadinya mau ada 1 penginapan yang Ryokan gitu. Terus bisa sambil pake Kimono/Yukata. Tapi sayangnya ternyata penginapan seperti lumayan mahal. Karena trip ke Jepang kemarin itu ceritanya mau hemat, jadi kami cari di airbnb yang murah tapi keliatannya masih ok. Tapi karena itu, saya beneran bisa trip hemat ke Jepang. Ternyata penginapan selama di Jepang kami itu tidak begitu ok. Lokasinya agak jauh dari transportasi. Harus masuk ke gang-gang gitu, agak susah carinya. Kamarnya juga sempit buat kami berlima. Kamar mandi nya juga apalagi, sempit banget. Airbnb yang di Osaka yang paling parah, bayangin deh. Toilet dan kamar mandi dipisah. Begitu buka kamar mandi, itu depannya persis pintu buat ke toilet. Kamar mandi nya itu transparan. Orang mandi juga keliatan dari luar. Jadi kalau ada yang mau ke toilet, terus ada yang lagi mandi, ya keliatan. Toilet nya juga tidak ada air buat cebok-cebok, atau siraman otomatis yang dari toilet nya itu. 4. Aman / Tidak Gion Jepang ternyata terkenal juga night life nya. Apalagi pas saya di Kyoto, saya menginap di daerah Gion yang memang banyak Geisha nya dan daerah red district juga. Saat malam-malam melewati daerah itu, banyak bar/pubs, banyak pula para mucikari yang sedang menawarkan promosi ke cewe/cowo yang lewat. Asal kita tidak liat-liat ke arah mereka, aman saja sih. Tapi waktu pas di Osaka, teman saya bilang dia melihat sendiri ada bapak-bapak jail yang suka foto/rekam dari bawah kalau ada cewe pake rok gitu. Ini sih sebenarnya mungkin ada dimana-mana ya. Di minimart Jepang juga ternyata banyak jual majalah-majalah seperti itu. Saya cukup shock sebetulnya. Jepang yang selama ini saya denger bagus-bagusnya, kok malah begini. Jadi kalau ditanya aman atau tidak, bagi saya jawabannya adalah 5050. Intinya sih, harus bisa jaga diri aja apalagi sebagai seorang wanita. Dimanapun itu berada, tetap harus berhati-hati dan berjaga diri. 5. Bahasa with our Japanese friends~ Tadinya saya pikir bahasa tidak menjadi masalah selama di Jepang. Ternyata orang Jepang minim sekali bahasa Inggrisnya, mirip seperti orang China. Bahkan anak muda nya juga tidak bisa berbahasa Inggris. Kalau di Korea, anak muda nya masih bisa bahasa Inggris. Jadi kalau nanya jalan juga enak, bisa nanya-nanya gitu. Nah, tapi kalau di Jepang susah banget. Tadinya saya pikir harusnya mereka ada yang bisa bahasa Mandarin juga. Tapi kebetulan yang kami temui tidak bisa bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Kami pun akhirnya memakai Google Translate yang fitur voice nya, biar bisa komunikasi dengan mereka. Waktu saya di USJ, saya berkenalan dengan cowo orang Jepang. Dia tidak bisa bahasa Inggris. Jadi kami tidak terlalu banyak mengobrol. Saya terkesan saat mau berpisah, dia membungkuk 90 derajat. Padahal tadinya saya mau berjabat tangan dengan dia. Eh dia malah membungkuk. Kocak juga LOL 6. Cuaca Rainy day Awalnya saya pikir musim panas di Jepang itu bakalan panas banget. Eh ternyata hujan dong selama saya di Jepang, kecuali 2 hari terakhir di Jepang nya aja yang baru cerah. Mood buat jalan-jalan jadinya kurang bagus karena cuaca. Buat foto-foto atau video juga jadi males. Karena sudah ribet pegang payung, pegang HP buat liat maps, dan kalau pindah kota sambil gerek-gerek koper juga. Hujannya juga biasanya awet banget dari pagi sampai malam lagi. Deres pula. Intinya sih, sebelum merencanakan mau ke Jepang, harus liat perkiraan cuaca dulu. Kira-kira kalau di bulan itu atau tanggal itu, hujan atau tidak. 7. Teman Seperjalanan Teman seperjalanan saya dari dulu kurang lebih itu-itu aja, tapi kadang ada yang baru ikut juga. Selama ini tidak ada masalah dengan teman seperjalanan. Jadi jalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak. Apakah ini karena terpengaruh oleh orang itu? atau karena memang style jalan-jalan nya sudah berbeda? Entahlah. Tapi yang jelas ini trip paling ga nyaman selama saya jalan-jalan. Teman seperjalanan itu memang sangat penting. Kalau ga cocok, mau jalan-jalan ke tempat yang indah sekalipun akan menjadi tetap tidak mengenakan. Kapok ke Jepang lagi? Karena ada begitu banyak pengalaman tidak menyenangkan selama di Jepang, kalau ditanya kapok atau ngga ke Jepang lagi? Jawabannya adalah tidak. Justru saya masih penasaran dengan Jepang yang orang-orang bilang bagus itu. Tapi mungkin dengan teman perjalanan yang berbeda, musim yang berbeda, kota yang berbeda juga pastinya. Kalau ke Jepang lagi, saya ingin sekali explore Tokyo dan Jepang bagian utara seperti Hokkaido dan Shirakawa-Go kalau lagi musim dingin.

PengalamanJalan-Jalan ke Jepang : Part 2 (Osaka) Hi, akhirnya dapat kesempatan untuk menulis lagi. Beberapa saat yang lalu gw sempat menulis mengenai perjalanan gw ke Jepang. Tadinya gw mw buat semuanya jadi 1 artikel, eh ternyata itu jadi kepanjangan. Jadi mau gamw gw buat jadi beberapa artikel.

Yang follow saya di sosmed pasti tahu kalau saya baru pulang dari Jepang dua minggu yang lalu. Dan sampe hari ini masih gagal move on. Masih pengen ke Jepang lagi, Ya Allah. *kemudian amin yang kenceng* Begitu saya nyampe Jakarta lagi, saya banyak dapet message, email, DM apa lah nanya-nanya soal Jepang, mulai dari itinerary sampe soal makan. Duh, makan aja pake nanya. Bhahahahahahak. 😂 Ya udahlah, dari pada saya jawab satu-satu, tulis di blog aja. Kalo ada yang nanya lagi kan tinggal nyodorin link blog. *ihik* Jadi apa tips & tricks traveling ke Jepang sebelum berangkat? Cari Temen Jalan Ini dulu yang penting. Hahaha. Kalau sudah ketemu temen travelingnya, berburu tiket dan nyari tanggalnya lebih enak. Asal kompak. Tapi kalau merasa lebih asik solo traveling ya ngga apa-apa juga. Saya kemarin agak nekat mengiyakan ajakan ke Jepang ini. Masalahnya saya ngga kenal-kenal banget sama mereka ini. Oke lah, saya kenal Goenrock udah hampir 10 tahun, tapi saya belum pernah traveling bareng Goen. Lalu ada Dwika, yang saya kenal lewat twitter. Ya kenal gitu-gitu doang. Ngga pernah hang out bareng juga. Ketemu juga paling di acara-acara brand. Lalu ada Tbputera dan Nuri. Mereka apa lagi, cuma tau-tau dari twitter doang. Ketemu di acara juga paling papasan doang. Ngobrol? Ngga pernah. Hahahahahaha. 😅 Lalu tiba-tiba temen jalannya tambah 5 orang lagi – Dmaz, Lala, Gupta, Uci & Pikar – yang totally stanger buat saya. Belum pernah ketemu, ngga kenal sama sekali, blank mereka siapa. Kenapa mau? Well ini Jepang, man! Bucket list banget. Dapet tiket murah pula. Makanya berangkat ke Jepang kemaren, saya tanpa ekspektasi sama sekali. Pasrah. Ya kalo ngga asik, paling saya jalan sendiri, bikin itinerary sendiri. Gitu sih. 😌 Tapi ternyata 9 orang ini punya level ketidakwarasan yang sama. Ya adalah ngeluh-ngeluh dikit, tapi ngga ganggu. Becandaannya juga langsung nyambung. End up malah jadi seru banget. These bunch of people suddenly becoming my extended family and possibly another traveling buddies! my lovely traveling buddies! Berburu Tiket Murah Abis dapet temen travelingnya, saatnya nyari tiket. Kenapa tiket promo? Karena bisa menghemat sekian juta budget ke Jepang. Masalahnya ngedapetinnya gampang-gampang susah. Rajin-rajin aja dateng ke acara travel fair yang makin banyak diadakan di mana-mana itu. Tinggal pilih aja harga termurah yang mana. Di sana juga bisa sekalian pilih tanggal. Nah biasanya nih, karena orang-orang ke Jepang itu ngejar Sakura lagi ngembang, untuk keberangkatan bulan April kadang-kadang black out sama travelnya alias ngga ada tiket promo. Tapi kadang ya bisa juga. Kuncinya rajin dateng ke acara travel fair dan kudu datang pagi-pagi supaya dapet tanggal yang dipengenin. Persiapan Itinerary Temen jalan sudah, tiket udah dapet, waktunya bikin itinerary. Tentuin tujuan mau ke mana. Destinasi-destinasinya mau apa aja. Mau pindah-pindah kota kah? Atau cuma seputar Tokyo? Ini penting supaya kita tau kita perlu beli JRPass atau ngga, atau malah harus beli jenis tiket lainnya, dan persiapan duit untuk biaya travel ini. Kalau pergi rame-rame, jangan maksa itinerary harus sama. Kan tiap orang punya bucket list masing-masing. Saya kemaren juga ada kok waktunya misah-misah sendiri dan waktunya rame-rame ber-10. Intinya, tetep happy mau ke mana pun itu. Kami kemaren punya itinerary ambisius. Maklum first timer. There’s a lot things to see and do! Ujung-ujungnya beberapa tempat batal dikunjungi karena waktunya ngga cukup. Sad. 😢 Persiapan bikin itinenary. Booking Hotel/Hostel/AirBnb Kalau itinerary sudah selesai, sudah tau mau berkunjung ke mana aja, waktunya menentukan mau nginep di mana aja. Ini sekali lagi sangat tergantung dari itinerary yang udah dibuat. Kalau kami kemaren memutuskan untuk menyewa AirBnb di Osaka, Kyoto dan Tokyo karena lokasi-lokasi yang ingin kami kunjungi berada di dan around kota-kota tersebut. Kenapa AirBnb? Karena kami ber-10. Secara hitungan akan lebih hemat kalau kami menyewa tempat dari AirBnb, ketimbang hotel dan tentunya lebih private untuk kami ber-10 ketimbang di hostel. Apply for Visa Tiket udah, itinerary udah, tempat stay udah, saatnya apply visa. Ini penting. Banget. Karena dapet visa Jepang tuh sekarang lagi susah gara-gara banyak WNI yang overstay ngga pulang-pulang. Jangan mepet-mepet bikinnya, takut ngga keburu walaupun kalo baca di website kedutaan Jepang sih waktunya cuma 4 hari. Ada temen saya kapan tau nanya ke saya bikin visa berapa lama. Ternyata dia belum apply visa padahal berangkat dua minggu lagi. Gimana deh itu. 😂 Visa Jepang untuk single entry itu ada dua jenis. Visa biasa dan visa waiver. Visa waiver ini khusus untuk kalian yang udah punya e-passport. Persyaratannya juga beda. Visa waiver gratis. Silahkan baca di website kedutaan Jepang mengenai persyaratan visa ya. Untuk visa waiver bisa baca di sini. Perlu beli JRPass atau ngga? Ini tergantung destinasi kalian mau ke mana aja sih. Ini kenapa itinerary penting banget untuk jadi duluan. Karena bisa menentukan butuh beli JRPass atau ngga. Kalau memang banyak pindah-pindah kota, JRPass perlu. Karena sangat menghemat biaya. Tinggal memutuskan mau beli untuk yang berapa hari. Sekarang sih JRPass bisa dibeli di Jepang, tapi masih trial. Amannya beli di Indonesia aja. Saya kemarin beli di HIS Travel. Ada beberapa temen saya beli JRPass di Tripvisto. Ada beberapa travel lain yang juga menjual JRPass. Silahkan tentukan mau beli di mana sesuai budget. Selain JRPass perlu apa lagi? Beli kartu Pasmo atau Suica. Ini berguna untuk membayar biaya transportasi ke destinasi yang ngga dilalui JR line atau harus berganti-ganti jalur dan beberapa jalur itu bukan JR line. Pasmo dan Suica ini juga berguna untuk bayar bus, belanja di vending machine atau di mini market macam 7-11 atau Family Mart. Selain itu? Ini lagi-lagi pentingnya itinerary. JR juga macem-macem. Ada JR east dan west. Kalau kalian cuma main-main di Tokyo dan sekitar, lalu itinerarynya daerah timur atau barat, dari pada beli JRPass, beli JR Widepass aja. Infonya bisa baca di sini. Untuk travel dalam kota, ada juga one day pass ticket. Ini juga tergantung itinerary. One day pass ini macem-macem harganya. Ada bisa khusus buat subway aja, ada yang bisa buat subway plus bus. Bisa jadi hemat banget beli one day pass ketimbang ngisi kartu Pasmo atau Suica, kalau memang udah tau destinasi mau kemana aja selama di kota. Informasinya bisa liat di sini ya. Oh iya, jangan lupa download aplikasi bernama NaviTravel. Ini berguna banget buat mengetahui moda apa aja yang harus kalian naikin untuk sampai ke destinasi tujuan kalian dan berapa lama. Di situ lengkap banget pilihannya. Dan GoogleMap, jangan lupa. In case nyasar. Koneksi Internet gimana? Nah ini juga penting. Sebagai netijen, penting buat eksis di sosmed selama di Jepang. Bhahahahahahak. 😌 Gimana soal koneksi internet di Jepang? Kalo roaming kan mahal banget! Ya gitu lah pertanyaan yang saya dapet pulang dari Jepang. Sebenernya Jepang itu termasuk negara yang ada wifi di mana-mana sih. Tapi itu di kota. Gimana kalau ke kota-kota kecil? Ada beberapa cara sih. Pertama, beli simcard lokal. Solusi paling gampang. Masalahnya Jepang ini bukan negara dengan orang-orang yang mahir berbahasa Inggris. Ini ngga jadi opsi saya kemaren, karena nanti susah buat aktivasi kartunya. Hehehehehe. 😁 Kedua, sewa wifi portable. Banyak kok travel yang menyediakan sewa wifi portable ini. Bisa sewa patungan rame-rame buat 1 device. Jenisnya juga macem-macem. Kuotanya juga macem-macem. Tinggal pilih sesuai kebutuhan. Kekurangannya? Mahal. Kita juga mesti nyediain deposit. Dan begitu kita pulang ke Indonesia, kudu balikin devicenya. Repot kalo buat saya mah. Ketiga, ini solusi paling praktis dan gampang buat saya. Pake XLPass. Iya, XL. Provider Indonesia. Khusus buat roaming namanya XLPass. Jenisnya macem-macem. Asli lah ini udah praktis banget buat saya. Tinggal aktifin di hape, sampe Jepang langsung berfungsi dengan baik dan lancar. Kalau cuma sekedar eksis di sosmed mah cincai. Lancar jaya! Trus ngga pake mahal. *bahagia* 😌 Silahkan check di sini buat mengetahui kebutuhan kalian soal kuota dan harganya XLPass. Selain buat eksis di sosmed, koneksi internet ini penting buat buka si aplikasi NaviTravel dan Google Maps selama di Jepang. Juga buat berkomunikasi dengan teman-teman seperjalanan kalo pas lagi misah. Perlu bawa makanan dari Indonesia ngga? Sungguh. Saya menerima pertanyaan ini waktu pulang dari Jepang. Bhahahahahak. Asli bingung jawabnya. Saya sendiri sih ngga bawa. Bawa juga titipan temen-temen yang merantau di Jepang. Tapi ada beberapa temen perjalanan saya yang bawa, mulai dari kopi sampe ke granola. Intinya, liat ke diri sendiri deh. Kalo susah makan dan suka home sick, bawa aja comfort food andalan dari Indonesia. Kalo ngga, ya ngga usah. Cari makan di Jepang tuh gampang kok. Kami kemaren tiap kali pulang dari mana-mana, begitu keluar stasiun jalan kaki menuju AirBnb, mampir dulu either ke 7-11 atau Family Mart atau apalah mini market terdekat. Beli sarapan buat besok paginya. Karena kami tinggal di AirBnb, di mana tersedia juga microwave, besoknya tinggal dipanasin. Praktis! Gimana? Kalau masih mau ada yang ditanya masih terbuka kok ruang japri. Hahahaha. Selamat jalan-jalan ke Jepang! Mau ajak-ajak saya boleh lhooooo… ☺️

\n\n pengalaman jalan jalan ke jepang
Iniadalah vlog jalan jalan ke Jepang, pengalaman liburan ke Jepang pada 3 musim yang berbeda. Mulai dari musim dingin, musim semi hingga musim panas di Jepang. Yang kurang tinggal autumn atau musim gugur saja! Doakan tahun ini bisa main ke Jepang dan bisa merasakan suasana musim gugur ya! Ketika Anda memutuskan untuk berlibur ke Jepang, maka Anda ingin mencari banyak informasi terkait dengan liburan Anda ke Jepang. Anda bisa mencari banyak referensi dari buku, artikel dan banyak sumber lainnya yang relevan. Hal ini akan sangat membantu Anda saat memutuskan perjalanan Anda ke Jepang. Pengalaman Jalan-Jalan Ke Tokyo Jepang Pertama Kali Walaupun ada beberapa catatan dalam perjalanan saya ke Jepang, namun secara umum Jepang memiliki kota-kota yang sangat indah dan menyenangkan, termasuk Tokyo. Berikut ini beberapa hal menarik yang ada di Jepang. Semoga bisa membantu Anda menyusun liburan! Hal Menarik Di Tokyo Tokyo, sebagai ibukota Jepang yang menjadi simbol kehidupan modern memberikan banyak kesan futuristik bagi pendatang. Namun, di balik megahnya Tokyo yang modern itu, masih terdapat keindahan kota tua yang eksotis dan cantik. Tokyo juga menjadi sebuah tempat terbaik untuk urusan perut. Anda bisa berburu banyak makanan Jepang yang unik dan menggiurkan. Ada banyak sekali pilihan makanan unik yang bisa Anda coba di Tokyo. Tidak hanya itu, Tokyo juga memberikan kesempatan untuk merasakan kenyamanan berbelanja dengan banyaknya tempat belanja terpadu. Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Di Tokyo? Untuk berlibur di Tokyo, rasanya waktu yang lama pun tidak cukup untuk Anda. Namun, kami merekomendasikan waktu ideal untuk berlibur ke kota ini, yaitu selama 5 hari saja, terutama dengan paket yang kami tawarkan. Kesan Pertama Jalan-Jalan Ke Tokyo Berikut ini beberapa tempat di Tokyo bagi yang ingin berjalan-jalan. Tsukiji Fish Market, yang merupakan pasar ikan di Jepang dan merupakan pasar ikan terbesar di dunia. Museum di Tokyo, yang terdiri dari Tokyo National Museum, Mitsubishi Ichigokan Museum Tokyo Station Area, Nezu Museum Harajuku/ Aoyama dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Wisata alam di Tokyo yang terdiri dari Shinjuku Gyoen Garden, Meiji Jingu Shrine, Nezu Museum, Institue for Nature Study, dan Tokyo Metropolitan Teien Art Museum. Candi dan kuil, seperti Meiji-jingu, Yasakuni-jinja, Kanda Myokin, Asakusa-jinja, Toshogu-jinja, Nogi-jinja, dan Namiyoke Inari-jinja. Ada pula candi budha seperti Senso-ji, Zenkou-ji, Yushima Seido, dan Zojo-ji. Aktivitas Bersama Anak Di Tokyo Ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, antara lain adalah Disneyland Tokyo, DisneySea Tokyo, Odaiba Tokyo da Ghibli Museum. Tempat-tempat ini merupakan tempat wisata yang baik untuk anak-anak dan keluarga. Wisata Belanja Kota Tokyo Anda juga bisa berbelanja di kota yang satu ini. Ada beberapa daerah di Tokyo yang bisa menjadi destinasi wisata belanja Anda, yaitu Ginza, Mitsukoshi Department Store yang terletak di Nohombashi, Shibuya, dan Shinjuku. Dijamin, Anda akan merasakan asyiknya belanja di sana. Tentunya jawabannya tergantung pada budget dan isi kantong Anda. Anda bisa mengikuti beberapa paket wisata ke Jepang yang tentunya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan berangkat sendiri karena paket wisata sudah kerjasama dengan maskapai penerbangan dan hotel. Anda bisa mencari banyak tempat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya, ada beberapa penginapan yang nyaman dan memiliki cita rasa khas jepang yang tradisional namun sangat cantik. Anda juga bisa menginap di beberapa hotel berbintang. Kapan Waktu Liburan Terbaik Ke Tokyo? Kami sarankan Anda untuk liburan ke Tokyo kapan pun. Tokyo memiliki pesonanya tersendiri setiap musim. Namun, jika Anda ingin merasakan asyiknya menonton bunga Sakura yang mekar, Anda bisa berkunjung pada musim semi. Nah, itu tadi beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan sebelum berangkat ke Tokyo. Semoga, liburan Anda aman dan menyenangkan, ya!
Аሂечат ፏапፒδለሰыςа осрωጨሧ իኯуքеւ թеፈазвичеጢቭ դиմ клሬሸиፎазΤጀቲифузеջሧ ቅзвեհαдክմ жαጉοщո
Ωху ոлሳчኢ офυЕπօνоጌу ቹевοր дθшεФቡձаклу հушωտедιቁΤемω х
Фю ክ енаթሶηоπԺ ըктэտΤадахаш տιлΙξиηաβуху ωкаδ
Е φаհаδο ጧεзаճихаЫցևди скαձοሴυզаТвሞлуቪυр уրоդυጽε шюшΡуճаղըյե መтриκоኹоካ խ
Ожևпаቲя ሣαዱуцθշωОпсаτէсቃ рዔዐоթιյըср еγУγуμубыፀιቴ βидΕнէφемоሪ ቤ աκխξοբочуч
Օջеչиሓе φибрեгጵሜо сушетሡкጬпэΑζы иሆозвисխтθ роκաዖМαча коνιзዮиሹеρυձիм ецի
fJTUX.
  • npbb421q77.pages.dev/135
  • npbb421q77.pages.dev/660
  • npbb421q77.pages.dev/213
  • npbb421q77.pages.dev/446
  • npbb421q77.pages.dev/860
  • npbb421q77.pages.dev/103
  • npbb421q77.pages.dev/281
  • npbb421q77.pages.dev/817
  • npbb421q77.pages.dev/325
  • npbb421q77.pages.dev/222
  • npbb421q77.pages.dev/808
  • npbb421q77.pages.dev/845
  • npbb421q77.pages.dev/87
  • npbb421q77.pages.dev/861
  • npbb421q77.pages.dev/482
  • pengalaman jalan jalan ke jepang